Tugu Yogyakarta No ratings yet.

By | December 19, 2018

Tugu Yogyakarta adalah symbolik kota Yogyakarta. Menjadi keunikan kota Yogyakarta bangunan ini memiliki riwayat yang panjang serta menarik. Tugu ini adalah satu bangunan monumen bersejarah yang terdapat pas di dalam perempatan pada Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan A.M. Sangaji dan Jalan Diponegoro serta telah berumur hampir tiga era.

Tidak hanya menjadi lambang dari kota Yogyakarta, tugu ini pula memiliki satu poros imajiner pada Laut Selatan, Kraton Yogyakarta serta Gunung Merapi.Menurut riwayat Tugu Yogyakarta dibuat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Sebelumnya, tugu ini berupa Golong-Gilig serta memiliki tinggi sampai 25 mtr., di mana tiang dari tugu ini berupa Gilig (silinder) serta puncaknya berupa Golong (bundar), hingga pada saat itu tugu ini dinamai Tugu Golong-Gilig.

Baca Juga : Transmart Carrefour Maguwo

Pada awal dibuatnya tugu ini memiliki arti Manunggaling Kawula Gusti yang memvisualisasikan semangat persatuan pada rakyat serta penguasa dalam menantang penjajah. Akan tetapi di lain sisi dapat juga berarti menjadi jalinan pada manusia dengan Sang Pencipta. Merujuk catatan riwayat Pada tanggal 10 Juni 1867 berlangsung gempa hebat di Jogjakarta serta menyebabkan runtuhnya bangunan tugu Golong Gilig.

Pada tahun 1889, kondisi Tugu betul-betul beralih, waktu pemerintah Belanda melakukan renovasi semua bangunan tugu. Saat itu Tugu dibikin dengan bentuk persegi dengan setiap bagian dihiasi seperti prasasti yang tunjukkan siapapun yang ikut serta dalam perbaikan itu. Sisi puncak tugu tidak kembali bundar, tapi berupa kerucut yang runcing. Bukan sekedar itu saja, tinggi bangunan yang awalannya sampai 25 mtr. juga dibikin cuma setinggi limabelas mtr.. Tugu ini lalu diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tanggal 3 Oktober 1889. Sejak itu, tugu ini dinamai De Witt Paal atau Tugu Putih.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *