Candi Gebang No ratings yet.

By | July 24, 2019

di samping selatan desa Gebang, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, kurang lebih 11 Km. dari pusat kota Yogyakarta. Penemuan candi Hindu ini bermula dari ditemukannya patung Ganesha oleh masyarakat ditempat pada bulan November 1936. Berdasar penemuan itu, beberapa arkeologis mulai lakukan riset mengenai peluang terdapatnya satu candi di tempat penemuan patung itu. Diibaratkan jika patung Ganesha itu adalah sisi dari satu bangunan bangunan. Sesudah diyakinkan mengenai terdapatnya satu candi di tempat itu, seterusnya dikerjakan penggalian, rekonstruksi serta pemugaran, yang dilaksanakan tahun 1937 sampai tahun 1939 dibawah pimpinan Van Romondt.

Tidak didapatkan info mengenai latar historis Candi Gebang. Namun, dilihat dari kehadiran lingga, yoni serta arca Ganesha, bisa diyakinkan jika Candi Gebang adalah candi Hindu. Selain itu, pembagian yang tinggi di bagian kaki mengisyaratkan candi itu dibuat pada saat di antara tahun 730-800 M.

Candi Gebang adalah bangunan berdenah basic persegi dengan ukuran 5.25 m x 5.25 m dengan tinggi 7.75 m mempunyai. Bahan basic yang dipakai untuk pembangunan candi ialah batu andesit. Badan candi berdiri di atas kaki setinggi seputar 2 m. Tidak ada pahatan apa pun di bagian kaki candi.

Pintu masuk ke ruang pada tubuh candi terdapat disamping timur. Di kanan kiri pintu masuk ada relung tempat arca. Di relung utara ada arca Nandiswara sedang relung selatan dalam kondisi kosong. Konon di relung itu semula ada arca Mahakala. Disamping barat (belakang) ada relung yang berisi Arca Ganesha yang duduk di atas satu yoni dengan belalai ke arah utara.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *